Jumat, 08 November 2013

semua tentang chelsea

Chelsea F.C.


Berkas:Chelsea FC.svg

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Chelsea F.C.
Lambang Chelsea F.C.
Nama lengkapChelsea Football Club
JulukanThe Pensioners (hingga tahun 1952)
The Blues (kini)
Didirikan10 Maret 1905; 108 tahun yang lalu[1]
StadionStamford Bridge,
Fulham, London
(Kapasitas: 41.837[2])
PemilikBendera Rusia Roman Abramovich
KetuaBendera Amerika Serikat Bruce Buck
ManajerBendera Portugal José Mourinho
LigaLiga Utama Inggris
Posisi 2012—13ke-3, Liga Utama Inggris
Situs webSitus web resmi klub
Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga
Chelsea Football Club adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermarkas di Fulham, London. Chelsea didirikan pada tahun 1905 dan kini berkompetisi di Liga Utama Inggris.
Sepanjang sejarah penampilan dalam dunia sepak bola di Inggris dan Eropa, klub ini telah meraih empat gelar juara Liga Utama Inggris, tujuh Piala FA, empat Piala Liga, satu trofi Liga Champions UEFA, dua Piala Winners UEFA, satu Liga Eropa UEFA dan satu Piala Super UEFA.[3] Stadion kandang mereka Stamford Bridge, berkapasitas 41.837 kursi penonton,[2] telah digunakan sebagai stadion kandang sejak Chelsea didirikan. Sejak tahun 2003, Chelsea dimiliki oleh Roman Abramovich seorang miliuner asal Rusia.[4]
Kesuksesan pertama Chelsea diraih saat meraih gelar juara liga pada tahun 1955. Beberapa gelar dari berbagai kompetisi juga berhasil diraih pada dekade 1960an, 1970an, 1990an, dan 2000an. Dalam periode lima belas tahun terakhir merupakan periode terbaik kesuksesan Chelsea; yang ditutup dengan untuk pertama kali meraih gelar juara Double winner, Liga Utama Inggris dan Piala FA pada tahun 2010 dan gelar juara Liga Champions UEFA pada tahun 2012.[5][6]
Kostum utama Chelsea adalah kaus dan celana berwarna biru royal dengan kaus kaki berwarna putih. Kombinasi tersebut telah digunakan sejak dekade 1960an. Lambang klub telah berganti beberapa kali dalam upaya memodernisasi dan mengubah pencitraan. Lambang yang kini digunakan, yang menampilan seekor singa seremonial memegang sebuah tongkat, merupakan modifikasi dari lambang yang pernah digunakan pada dekade 1950an.[7] Rata-rata jumlah penonton liga pada laga kandang musim 2011–12 sebanyak 41.478 penonton, jumlah tertinggi keenam pada Liga Utama Inggris.[8]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Tim pertama Chelsea pada September 1905
Pada tahun 1904 H.A. Mears mengakuisisi stadion atletik Stamford Bridge dengan tujuan mengubah menjadi stadion sepak bola. Ia kemudian merencanakan pendirian sebuah klub sepak bola baru setelah tawaran yang diberikan kepada Fulham untuk menggunakan stadion tersebut ditolak. Mengingat telah ada sebuah klub bernama Fulham, nama Chelsea yang merupakan sebuah kota kecil yang berdekatan dengan stadion dipilih sebagai nama klub baru tersebut. Nama-nama lain seperti Kensington FC, Stamford Bridge FC dan London FC sempat dipertimbangkan untuk dipilih.[9] Chelsea didirikan oleh pada 10 Maret 1905 di sebuah pub The Rising Sun (kini restoran The Butcher's Hook)[10] dan pertama kali bermain pada kompetisi Football League.
John Robertson seorang pemain timnas Skotlandia berusia 28 tahun saat itu dipilih merangkap jabatan pemain-manajer pertama Chelsea. Sejumlah pemain direkrut dari berbagai klub untuk memperkuat tim, seperti penjaga gawang William "Fatty" Foulke dari Sheffield United, Jimmy Windridge dan Bob McRoberts dari Small Heath, dan Frank Pearson dari Manchester City. Pertandingan pertama mereka terjadi pada 2 September 1905, sebuah laga tandang menghadapi Stockport County. Chelsea kalah dengan skor 0–1.[11] Sedangkan pertandingan kandang pertama mereka adalah sebuah kemenangan 4–0 pada laga persahabatan menghadapi Liverpool. Robertson juga merupakan pencetak gol pertama Chelsea pada laga kompetitif saat kemenangan 1–0 atas Blackpool.[12]
Chelsea mengalami sejumlah promosi-degragasi pada Divisi Satu dan Divisi Dua Liga Inggris setelah berhasil meraih promosi ke Divisi Satu pada musim kedua mereka. Pencapaian terbaik mereka pada tahun-tahun awal adalah berhasil melaju hingga ke babak final Piala FA 1915 namun dikalahkan Sheffield United di Old Trafford dan saat mengakhiri Divisi Satu pada posisi tiga klasemen akhir tahun 1920.[13] Chelsea memiliki reputasi mendatangkan pemain-pemain terkenal[14] dan jumlah penonton yang besar[15], tapi kesuksesan masih belum menghampiri mereka pada masa-masa Perang Dunia I dan II.
Mantan penyerang Arsenal dan Inggris Ted Drake menjadi manajer pada tahun 1952. Drake mulai memodernisasi klub baik di dalam dan di luar lapangan. Ia mengganti logo Chelsea pensioner, meningkatkan sistem pelatihan dan pembinaan tim usia muda, dan memperkuat kedalaman tim dengan kelihaian mendatangkan sejumlah pemain dari divisi-divisi bawah dan liga-liga amatir hingga berhasil membawa Chelsea meraih trofi juara pertama mereka, gelar juara Divisi Satu Liga Inggris 1954–55. Pada musim berikut, UEFA mengadakan kejuaraan antar klub juara liga di Eropa, Piala Champions, namun ketidaksetujuan otoritas Liga Sepak Bola Inggris dan FA membuat Chelsea menarik diri dari kejuaraan tersebut sebelum dimulai.[16] Chelsea gagal melanjutkan kesuksesan tersebut dan hanya menjadi penghuni papan tengah klasemen liga pada dekade 1950an. Drake dipecat pada tahun 1961 dan digantikan oleh Tommy Docherty yang merangkap jabatan pemain-manajer.
Grafik yang menunjukkan kemajuan liga Chelsea selesai di musim 1905-1906 ke2007–08
Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004 -2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik miliuner minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich.
Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya pada tahun 2006, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris. Dan pada tahun 2007, Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.
Tapi karena beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.
Diawal masa kepelatihan Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu di ajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa dipecat di akhir musim.
Pada akhir Januari 2009, Avram Grant digantikan oleh pelatih asal Brasil, Luiz Felipe Scolari. Namun, Scolari juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan. Sehingga pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant. Posisi kosong manajer Chelsea kemudian diisi oleh pelatih Rusia saat itu, Guus Hiddink, sampai akhir musim 2008–09. Pada akhir bulan Mei, sebelum meninggalkan Chelsea, Guus Hiddink memberikan kenangan manis dengan membawa gelar Piala FA kelima Chelsea.
Diawal musim kompetisi 2009–10, Chelsea mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai manajer baru, dengan masa kontrak selama 3 musim. Ancelotti langsung memberikan gelar dengan membawa Chelsea menjuarai Community Shield 2009 setelah mengalahkan Manchester United dalam adu penalti. Kemenangan dalam adu penalti tersebut merupakan pertama kalinya bagi Chelsea sejak 1998, saat Chelsea menghadapi Ipswich Town di Piala Liga. Pada akhir musim, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala FA, yang merupakan pencapaian pertama dalam sejarah Chelsea. Chelsea juga menjadi klub ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan gelar Double winner tersebut. Striker Chelsea, Didier Drogba berhasil mendapatkan Golden Boot sebagai Pencetak Gol Terbanyak dengan torehan 29 gol. Pada pertandingan terakhir liga pada 9 Mei 2010, Chelsea mempermalukan Wigan dengan skor telak 8–0 dengan Drogba mencetak 3 gol. Chelsea juga mencetak rekor menang mutlak 100% terhadap semua tim empat besar EPL (Manchester United, Liverpool, dan Arsenal). Pada musim keduanya, Ancelotti dipecat Chelsea pada Mei 2011 setelah kekalahan 1-0 dari Everton di pertandingan terakhir musim 2010–11.
Para pemain Chelsea merayakan gelar juara Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub
Pada awal musim 2011–12, André Villas-Boas ditunjuk sebagai pelatih Chelsea.[17] Setelah sejumlah hasil buruk yang dialami Chelsea, Villas-Boas dipecat pada bulan Maret 2012. Asistennya, Roberto Di Matteo yang merupakan mantan pemain Chelsea kemudian ditunjuk sebagai pelatih utama ad interim. Dibawah arahan Di Matteo Chelsea menunjukkan hasil impresif dengan berhasil meraih gelar juara Piala FA untuk ketujuh kalinya[18] dan Liga Champions UEFA[19] untuk pertama kalinya dalam sejarah klub–yang sekaligus menjadi klub London pertama yang meraih gelar tersebut.[20]

[sunting | sunting sumber]

PeriodePemasok kostum (jersey)Sponsor utama
1968–1981Umbro-
1981–1983Le Coq Sportif
1983–1984Gulf Air
1984–1986-
1986–1987The Chelsea CollectionGrange Farms, Bai Lin Tea, SIMOD
1987–1993UmbroCommodore
1993–1994Amiga
1994–1997Coors
1997–2001Autoglass
2001–2005Fly Emirates
2005–2006Samsung Mobile
2006–2008Adidas
2008–Samsung

Pemain[sunting | sunting sumber]

Skuat utama[sunting | sunting sumber]

Per 4 September 2013.[21]
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama
1Bendera Republik CekoGKPetr Čech (kapten ke-3)
2Bendera SerbiaDFBranislav Ivanović
3Bendera InggrisDFAshley Cole
4Bendera BrasilDFDavid Luiz
5Bendera GhanaMFMichael Essien
7Bendera BrasilMFRamires
8Bendera InggrisMFFrank Lampard (wakil kapten)
9Bendera SpanyolFWFernando Torres
10Bendera SpanyolMFJuan Mata
11Bendera BrasilMFOscar
12Bendera NigeriaMFJohn Obi Mikel
14Bendera JermanFWAndré Schürrle
15Bendera BelgiaMFKevin De Bruyne
No.Pos.Nama
16Bendera BelandaMFMarco van Ginkel
17Bendera BelgiaMFEden Hazard
19Bendera SenegalFWDemba Ba
22Bendera BrasilMFWillian
23Bendera AustraliaGKMark Schwarzer
24Bendera InggrisDFGary Cahill
26Bendera InggrisDFJohn Terry Kapten
28Bendera SpanyolDFCésar Azpilicueta
29Bendera KamerunFWSamuel Eto'o
33Bendera Republik CekoDFTomáš Kalas
34Bendera InggrisDFRyan Bertrand
40Bendera PortugalGKHenrique Hilário
46Bendera InggrisGKJamal Blackman

Dipinjamkan[sunting | sunting sumber]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama
6Bendera SpanyolMFOriol Romeu (di Valencia sampai 30 Juni 2014)
13Bendera NigeriaFWVictor Moses (di Liverpool sampai 30 Juni 2014)
18Bendera BelgiaFWRomelu Lukaku (di Everton sampai 30 Juni 2014)
20Bendera InggrisMFJosh McEachran (di Watford sampai 2 Januari 2014)
21Bendera JermanMFMarko Marin (di Sevilla sampai 30 Juni 2014)
No.Pos.Nama
30Bendera BrasilFWLucas Piazón (di Vitesse sampai 30 Juni 2014)
31Bendera PerancisMFGaël Kakuta (di Vitesse sampai 30 Juni 2014)
38Bendera BelandaDFPatrick van Aanholt (di Vitesse sampai 30 Juni 2014)
—Bendera BelgiaGKThibaut Courtois (di Atlético Madrid sampai 30 Juni 2014)
—Bendera GhanaMFChristian Atsu (di Vitesse sampai 30 Juni 2014)

Skuat cadangan dan akademi[sunting | sunting sumber]

Per 31 Juli 2013.[22]
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama
35Bendera DenmarkDFAndreas Christensen
36Bendera SkotlandiaFWIslam Feruz
37Bendera Burkina FasoMFBertrand Traoré
47Bendera InggrisMFLewis Baker
57Bendera BelandaDFNathan Aké
59Bendera NigeriaDFKenneth Omeruo
—Bendera InggrisGKMitchell Beeney
—Bendera SkotlandiaDFAlex Davey
—Bendera TanzaniaDFAdam Nditi
—Bendera InggrisDFKevin Wright
—Bendera BelgiaDFTika Musonda
—Bendera InggrisDFDion Conroy
No.Pos.Nama
—Bendera InggrisDFFankaty Dabo
—Bendera InggrisMFRuben Loftus-Cheek
—Bendera SwediaMFIsak Ssewankambo
—Bendera SwediaMFAnjur Osmanović
—Bendera PerancisMFJeremie Boga
—Bendera BelgiaMFLamisha Musonda
—Bendera InggrisMFBilly Clifford
—Bendera InggrisMFJohn Swift
—Bendera InggrisFWIsaiah Brown
—Bendera InggrisFWAlex Kiwomya
—Bendera KolombiaFWJoao Rodríguez

Dipinjamkan[sunting | sunting sumber]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.Pos.Nama
27Bendera InggrisDFSam Hutchinson (ke Vitesse hingga 30 Juni 2014)
32Bendera BrasilDFWallace (ke Inter Milan hingga 31 Mei 2013)
45Bendera InggrisDFNathaniel Chalobah (ke Nottingham Forest sampai 15 Januari 2014)
—Bendera InggrisGKSam Walker (ke Colchester United hingga 19 Januari 2014)
—Bendera KroasiaGKMatej Delač (ke Vojvodina hingga 30 Juni 2014)
—Bendera InggrisDFTodd Kane (ke Blackburn Rovers hingga 31 Mei 2014)
—Bendera GhanaDFDaniel Pappoe (ke Colchester United hingga 12 Januari 2014)
—Bendera ChiliMFCristián Cuevas (ke Vitesse hingga 30 Juni 2014)
No.Pos.Nama
—Bendera MeksikoMFUlises Dávila (ke Córdoba hingga 30 Juni 2014)
—Bendera BelgiaMFThorgan Hazard (ke Zulte Waragem hingga 30 Juni 2014)
—Bendera InggrisMFGeorge Saville (ke Brentford hingga 5 Januari 2014)
—Bendera SlowakiaFWMilan Lalkovič (ke Walsall hingga 5 Januari 2014)
—Bendera InggrisFWPatrick Bamford (ke Milton Keynes Dons hingga 5 Januari 2014)
—Bendera UruguayFWJhon Pírez (ke CD Leganés hingga 30 Juni 2014)
—Bendera KroasiaFWStipe Perica (ke NAC Breda hingga 30 Juni 2014)

Pemain Terbaik Tahunan[sunting | sunting sumber]

Lihat pula: Kategori:Pemain Chelsea F.C.
Penghargaan Pemain Terbaik Tahunan Chelsea (bahasa Inggris: Chelsea's Player of The Year) diberikan kepada pemain terbaik menurut hasil pemungutan suara dari para penggemar Chelsea.[23]
Rekor penerima terbanyak Pemain Terbaik Tahunan (3 kali) dipegang oleh Frank Lampard
TahunPenerima
1967Bendera Inggris Peter Bonetti
1968Bendera Skotlandia Charlie Cooke
1969Bendera Inggris David Webb
1970Bendera Inggris John Hollins
1971Bendera Inggris John Hollins
1972Bendera Inggris David Webb
1973Bendera Inggris Peter Osgood
1974Bendera Inggris Gary Locke
1975Bendera Skotlandia Charlie Cooke
1976Bendera Inggris Ray Wilkins
1977Bendera Inggris Ray Wilkins
1978Bendera Inggris Micky Droy
1979Bendera Inggris Tommy Langley
1980Bendera Inggris Clive Walker
1981Bendera Yugoslavia Petar Borota
1982Bendera Inggris Mike Fillery
 
TahunPenerima
1983Bendera Wales Joey Jones
1984Bendera Skotlandia Pat Nevin
1985Bendera Skotlandia David Speedie
1986Bendera Wales Eddie Niedzwiecki
1987Bendera Skotlandia Pat Nevin
1988Bendera Inggris Tony Dorigo
1989Bendera Inggris Graham Roberts
1990Bendera Belanda Ken Monkou
1991Bendera Republik Irlandia Andy Townsend
1992Bendera Inggris Paul Elliott
1993Bendera Jamaika Frank Sinclair
1994Bendera Skotlandia Steve Clarke
1995Bendera Norwegia Erland Johnsen
1996Bendera Belanda Ruud Gullit
1997Bendera Wales Mark Hughes
1998Bendera Inggris Dennis Wise
 
TahunPenerima
1999Bendera Italia Gianfranco Zola
2000Bendera Inggris Dennis Wise
2001Bendera Inggris John Terry
2002Bendera Italia Carlo Cudicini
2003Bendera Italia Gianfranco Zola
2004Bendera Inggris Frank Lampard
2005Bendera Inggris Frank Lampard
2006Bendera Inggris John Terry
2007Bendera Ghana Michael Essien
2008Bendera Inggris Joe Cole
2009Bendera Inggris Frank Lampard
2010Bendera Pantai Gading Didier Drogba
2011Bendera Republik Ceko Petr Čech
2012Bendera Spanyol Juan Mata
 
TahunPenerima
2013Bendera Spanyol Juan Mata

Manajer terkemuka[sunting | sunting sumber]

Berkit daftar nama para manajer yang meraih paling tidak satu gelar juara saat menjadi manajer Chelsea:
NamaPeriode jabatanGelar juara
Bendera Inggris Ted Drake1952–1961Divisi 1 Liga Inggris, Charity Shield
Bendera Skotlandia Tommy Docherty1962–1967Piala Liga Inggris
Bendera Inggris Dave Sexton1967–1974Piala FA, Piala Winners UEFA
Bendera Inggris John Neal1981–1985Divisi 2 Liga Inggris
Bendera Inggris John Hollins1985–1988Full Members Cup
Bendera Inggris Bobby Campbell1988–1991Divisi 2 Liga Inggris, Full Members Cup
Bendera Belanda Ruud Gullit1996–1998Piala FA
Bendera Italia Gianluca Vialli1998–2000Piala FA, Piala Liga Inggris, Charity Shield, Piala Winners UEFA, Piala Super UEFA
Bendera Portugal José Mourinho2004–2007
2013–
2 Liga Utama Inggris, 2 Piala Liga Inggris, Piala FA, Community Shield
Bendera Belanda Guus Hiddink2009[nb 1]Piala FA
Bendera Italia Carlo Ancelotti2009–2011Liga Utama Inggris, Piala FA, Community Shield
Bendera Italia Roberto Di Matteo2012[nb 2]Piala FA, Liga Champions UEFA
Bendera Spanyol Rafael Benítez2012–2013[nb 3]Liga Eropa UEFA

Staf kepelatihan[sunting | sunting sumber]

José Mourinho, manajer Chelsea saat ini.
PosisiStaf
ManajerBendera Portugal José Mourinho
Asisten manajerBendera Inggris Steve Holland
Asisten pelatih tim utamaBendera Portugal Rui Faria
Bendera Portugal Silvino Louro
Bendera Portugal José Morais
Direktur teknikBendera Nigeria Michael Emenalo
Pelatih penjaga gawangBendera Perancis Christophe Lollichon
Pelatih kebugaranBendera Inggris Chris Jones
Pengintai lawan seniorBendera Inggris Mick McGiven
Direktur medisBendera Spanyol Paco Biosca
Dokter tim utamaBendera Gibraltar Eva Carneiro
Manajer tim cadanganBendera Inggris Dermot Drummy
Manajer tim usia mudaBendera Inggris Adrian Viveash
Manajer akademiBendera Inggris Neil Bath
Analis pertandinganBendera Inggris James Melbourne
sumber: chelseafc.com

Pengurus klub[sunting | sunting sumber]

Pemilik klub ChelseaRoman Abramovich
Chelsea Limited
Pemilik: Roman Abramovich
Chelsea F.C. plc
Ketua: Bruce Buck
Direktur: Ron Gourlay, Marina Granovskaia, dan Eugene Tenenbaum
Dewan Eksekutif
Pemimpin Eksekutif: Ron Gourlay
Direktur Keuangan dan Operasional: Chris Alexander
Sekretaris Klub: David Barnard
Sekretaris Perusahaan: Alan Shaw
Direktur: Marina Granovskaia dan Eugene Tenenbaum
Dewan Chelsea Football Club
Bruce Buck
Eugene Tenenbaum
Ron Gourlay
David Barnard
Mike Forde (Direktur operasional sepak bola)
Michael Emenalo (Direktur teknik)

sumber : 
id.wikipedia.org

10 TIM SEPAK BOLA TERBAIK SEPANJANG MASA

Sepak Bola - 10 Tim Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa. sobat blogger kita ketemu lagi di blog tutorial hilbram kurnia, ok langsung saja kita ke topik  10 Tim Sepak Bola Terbaik Sepanjang Masa di antaranya:

10. Juventus Era Lippi (1994-2003)


Marcello Lippi mengambil alih posisi manajer Juventus pada awal musim 1994-95. Ia lantas mengantarkan Juventus memenangi Seri-A untuk pertama kalinya sejak pertengahan 1980-an di musim 1994-95. Pemain bintang yang ia asuh saat itu adalah Ciro Ferrara, Roberto Baggio, Gianluca Vialli dan pemain muda berbakat bernama Alessandro Del Piero. Lippi memimpin Juventus untuk memenangi Liga Champions Eropa pada musim itu juga, dengan mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti, setelah skor imbang 1-1 pada babak normal, dimana Fabrizio Ravanelli menyumbangkan satu gol untuk Juve.
Sesaat setelah bangkit kembali, para pemain Juventus yang biasa-biasa saja saat itu secara mengagumkan bisa mengembangkan diri mereka menjadi pemain-pemain bintang. Mereka adalah Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi dan Edgar Davids. Juve kembali memenangi Seri-A musim 1996–97 dan 1997–98, termasuk juga Piala Super Eropa 1996dan Piala Interkontinental 1996. Juventus juga mencapai final Liga Champions di musim 1997 dan 1998, tetapi mereka kalah oleh Borussia Dortmund (Jerman) dan Real Madrid (Spanyol).
Setelah dua musim absen karena dikontrak oleh Inter Milan (dan gagal), Marcello Lippi kembali ke Juventus di awal 2001. Pria penyuka cerutu ini lantas membawa beberapa pemain biasa, yang kembali ia berhasil sulap menjadi pemain hebat, di antaranya Gianluigi Buffon, David Trézéguet, Pavel Nedvěd dan Lilian Thuram, dimana para pemain tersebut membantu Juve kembali memenangi dua gelar Seri-A di musim 2001-02 dan 2002-03. Juve juga berhasil maju kembali ke final Liga Champions, sayangnya mereka kalah oleh sesama tim Italia lain, AC Milan. Tahun berikutnya, Lippi diangkat menjadi manajer timnas Italia setelah bersaing ketat dengan Fabio Capello, dan mengakhiri eranya sebagai pelatih terbaik Juventus di era 1990-an dan awal 2000-an


9. Benfica era Eusebio (1960-1970)


Benfica adalah tim pertama untuk memecahkan dominasi  Real Madrid di awal Piala Champions Eropa . Setelah memenangkan dua Piala Champion berturut-turut melawan FC Barcelona (1961) dan Real Madrid (1962). Itu adalah kali terakhir Benfica memenangkan kompetisi internasional. 
Selama dekade ini, Benfica  mencapai final Piala Champions Eropa tiga kali, tetapi mereka gagal meraihnya, setelah kalah melawan Milan (1963), Internazionale (1965), dan Manchester United (1968). 
Pada tahun 1968, Benfica dianggap sebagai tim terbaik Eropa oleh Perancis Sepakbola , meskipun kekalahannya di Piala Champions. Banyak keberhasilan di tahun 1960-an dicapai berkat bintang mereka Eusebio. Bahkan, tahun 1960-an adalah periode terbaik sejarah Benfica, di mana klub memenangkan delapan  Kejuaraan (1960, '61, '63, '64, '65, '67, '68, dan '69), tiga Portugal Piala (1961, '64, dan '69), dan dua Piala Champions Eropa (1961 dan '62).

8. Juventus Era Trappatoni (1981-1993)


Era tangan dingin Trapattoni benar-benar membuat Seri-A porak poranda di 1980-an. Juve sangat perkasa di era tersebut, dengan gelar Seri-A empat kali di era tersebut. Setelah 6 pemainnya ikut andil dalam timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 dengan Paolo Rossi sebagai salah satu pemain Juve kemudian terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1982, sesaat setelah berlangsungnya Piala Dunia di tahun tersebut ditambah dengan kedatangan bintang Prancis Michel Platini, Juventus kembali difavoritkan di musim 1982-83. Namun Juventus yang juga disibukkan dengan jadwal kejuaraan Eropa memulai kompetisi dengan lambat. Hal itu ditunjukkan dengan menelan kekalahan dari Sampdoria di pertandingan pembuka musim serta menang dengan tidak meyakinkan atas Fiorentina dan Torino. Sementara di Eropa, mereka berhasil menyingkirkan Hvidovre (Denmark) dan Standard Liege (Belgia) di penyisihan. Akan tetapi, Juventus kembali ke trek juara di musim dingin bersamaan keberhasilan mereka menembus perempat final Liga Champions. Selanjutnya, kemenangan atas Roma melalui 2 gol dari Platini dan Brio membuat jarak keduanya berselisih 3 poin dengan Roma di posisi puncak. Namun, karena konsentrasi Juve terpecah antara Serie A dan Liga Champions akhirnya tidak berhasil mengejar AS Roma yang menjadi juara. Juventus seharusnya bisa menumpahkan kekecewaannya di Liga saat mereka bertemu Hamburg di final Liga Champions tapi hal itu tidak terjadi. Berada di posisi kedua di kompetisi domestic dan Eropa, Juventus akhirnya berhasil merebut gelar penghibur saat menjuarai Piala Italia dan Piala Interkontinental.
Musim panas 1983, Juve kehilangan dua pilar inti mereka. Dino Zoff gantung sepatu di usia 41 tahun sedangkan Bettega beralih ke Kanada untuk mengakhiri karirnya di sana. Juve lantas merekrut kiper baru dari Avellino: Stefano Tacconi dan Beniamino Vinola dari klub yang sama. Sementara Nico Penzo menjadi pendampong Rossi di lini depan. Juve pada saat itu berkonsentrasi penuh di dua kompetisi, Liga dan Piala Winner. Hasilnya, melalui penampilan yang konsisten sepanjang musim, Juve merengkuh gelar liga satu minggu sebelum kompetisi usai. Dan gelar ini ditambah gelar lainnya di Piala Winner saat mereka mengalahkan Porto 2-1 di Basel pada 16 Mei 1984. Dua gelar ini sangat bersejarah dan merupakan prestasi bagi kapten klub Scirea dan kawan-kawan.
Setelah era keemasan Rossi usai, Michel Platini kemudian secara mengejutkan berhasil menjadi pemain terbaik Eropa tiga kali berturut-turut; 1983, 1984 dan 1985, dimana sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai dirinya. Juventus menjadi satu-satunya klub yang mampu mengantarkan pemainnya menjadi pemain terbaik Eropa sebanyak empat tahun berurutan.Platini juga menjadi bintang saat Juve berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada 1985 dengan sumbangan satu gol semata wayangnya. Tragisnya, final melawan Liverpool FC dari Inggris tersebut yang berlangsung di Stadion Heysel Belgia, harus dibayar mahal dengan kematian 39 tifoso Juventus akibat terlibat kerusuhan dengan para hooligans dari Liverpool. Sebagai hukuman, tim-tim Inggris dilarang mengikuti semua kejuaraan Eropa selama lima tahun.Juventus kemudian merebut scudetto terakhir mereka di era 1980-an pada musim 1985-86, yang juga menjadi tahun terakhir Trappatoni di Juventus. Memasuki akhir 1980-an, Juve gagal menunjukkan performa terbaiknya, mereka harus mengakui keunggulan Napoli dengan bintang Diego Maradona, dan kebangkitan dua tim kota Milan, AC Milan dan Inter Milan.Pada 1990, Juve pindah kandang ke Stadio delle Alpi, yang dibangun untuk persiapan Piala Dunia 1990.

7. Inter Milan Era Hererra (1960-1968)


Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.

6. liverpool era Bob Paisley (1974-1983)


Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti: Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuat muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.
Sebagai penerus Bob Paisley yang pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi 6 tahun. Selain itu, 14 Liverpudlian didakwa bersalah atas peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Heysel. Setelah peristiwa mengerikan itu, Joe Fagan memutuskan untuk pensiun dan memberikan tongkat manajerial selanjutnya kepada Kenny Dalglish yang ditunjuk sebagai player-manager. Joe Fagan menyerahkan tugas manajerial Liverpool FC kepada Kenny Dalglish yang pada saat itu sudah menjadi pemain hebat tetapi masih harus membuktikan kapabilitas sebagai seorang manajer.
Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya. Dikenal dengan sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain maupun manajer.

5. Muenchen Era Franz Beckenbauer (1970-1977)


Udo Lattek mengambil alih pada tahun 1970. Setelah memenangkan piala di musim pertamanya, Lattek pimpin Bayern menjadi juara ketiga Jerman. Pertandingan penentu dalam musim 1971-72 melawan Schalke 04 adalah pertandingan pertama di baru Stadion Olimpiade , dan juga pertandingan disiarkan live pertama dalam sejarah Bundesliga. Bayern mengalahkan Schalke 5-1 dan dengan demikian merebut gelar, juga pengaturan beberapa catatan, termasuk poin diperoleh dan gol. Bayern juga memenangi dua kejuaraan berikutnya, tetapi puncaknya adalah kemenangan mereka di final Piala Eropa melawan Atletico Madrid , Bayern menang 4-0 yang setelah replay. Selama tahun-tahun berikutnya tim tidak berhasil dalam negeri, tetapi mempertahankan gelar Eropa mereka dengan mengalahkan Leeds United di akhir ketika Roth dan kemenangan Müller dijamin dengan tujuan akhir. Setahun kemudian di Glasgow , AS Saint-Étienne yang dikalahkan oleh  Roth dan Bayern menjadi klub ketiga untuk memenangkan trofi dalam tiga tahun berturut-turut. Trofi akhir dimenangkan oleh Bayern di era ini adalah Piala Intercontinental , di mana mereka mengalahkan klub Brasil Cruzeiro

4. Ajax Era Johan Cruyff (1965-1973)


Ajax  salah satu klub paling sukses di dunia, menurut IFFHS .Ajax adalah klub paling sukses ketujuh Eropa abad ke-20 Klub ini salah satu dari lima tim yang telah mendapatkan hak untuk menjaga Piala Eropa dan mengenakan lencana beberapa pemenang, mereka menang berturut-turut di 1971-1973. Pada tahun 1972, mereka menyelesaikan treble Eropa dengan memenangkan Belanda Eredivisie , Piala KNVB , dan Piala Eropa, untuk tanggal, mereka adalah satu-satunya tim untuk menjaga Piala Eropa dan mencapai treble Eropa.Mereka juga salah satu dari tiga tim untuk memenangkan treble dan Piala Intercontinental pada tahun musim / kalender yang sama;Hal ini dicapai pada musim 1971-72. Ajax, Juventus dan Bayern Munich adalah tiga klub untuk telah memenangkan semua tiga besar UEFA kompetisi klub.
Bersama Cruyff mereka klub di segani Dieranya ,Selain sederet piala,Mereka juga memainkan sepakbola Menyerang yg disebut Total Football.

3. Real Madrid Di Stefano (1953-1954)


Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.
Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini. Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles berjudul "She Loves You" setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi "Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.
Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

2. Milan Era Sacchi (1987-1991)


Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli. 
Dibawah kepelatihan Sacchi, Milan bermain berbeda dengan tim-tim Italia lain, dengan mengambil gaya bermain Brazil saat memenangkan Piala Dunia 1970, dan Ajax di era total football Rinus Michels. Dengan meninggalkan pola man-marking, menggantinya dengan permainan yang intensif, menyerang, dan pressing ketat, dia merevolusi wajah sepakbola Italia.
Barisan deffence Milan saat diisi oleh kuartet Italian best, di komandoi oleh Franco Baresi dan menampilkan sosok Paolo Maldini muda, dan trio Belanda: van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard yang menyokong penyerangan. Tim ini memenangkan Club World Cup dua kali, dan di Mei 1990, Milan mengalahkan Benfica untuk menjaga throphy tetap bermukim di San Siro, dan menjadi tim terakhir hingga saat ini yang dapat memenangkan Piala Champions 2 kali berturut-turut. 

1. Barcelona Era Pep Guardiola (2008-2012)


Disebut - sebut sebagai Tim Terbaik sepanjang sejarah,bukan hanya karena memenangkan 6 gelar dalam setahun ataupun 2 Liga Champion,3 Laliga ,1 Copa Delrey,3 Super Copa Spanyol,1 Piala Dunia Antar Klub,Tetapi karena filosofi bermain yg selalu menyerang, Penguasaan Bola hingga 85%,Mayoritas pemain dari tim Yunior (Lamasia),Messi,Xavi dan Iniesta adalah peraih 3 besar pemain terbaik versi FIFA (FIFA Ballon D'Or).
Era keemasan Barcelona dimulai sejak kehadiran Frank Rijkaard dengan membeli pemain macam Ronaldinho,Eto'o,Daniel Alves,hingga Thiery Henry.
hingga th 2008 mengangkat Pep dari Pelatih Junior.
Hingga Kin Pep Guardiola mempersembahkan 10 Piala Bergengsi bagi Cules dalam 3 th kepelatihannya. 

SUMBER : hilbramkurnia3.blogspot.com

GAME TERLARIS 2013

Kumpulan Game Android Terbaik dan Terpopuler

1. Dream House Days
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StorePada game Dream House Days ini pemain, dituntut untuk mengelola sebuah apartemen. Dimana anda bisa mengelola apartemen tersebut sesuai dengan keinginan anda. Kelola agar mendapatkan untung dan pastinya untuk penghuninya juga bisa merasa nyaman dan betah untuk tinggal disana. Segera koleksi game Dream House Days ini, dijamin pasti seru dan Gratiss
2. Racoon Rising
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StorePastinya anda semua sudah tidak asing lagi dengan game yang satu ini Racoon Rising. Game ini memiliki grafis 3D yang sangat menarik mata dan yang lebih menarik lagi, game ini dihadirkan secara Gratiss di Google Play
3. Naughty Kitties
Naughty Kitties Game Android Gratis PopulerGame Naughty Kitties ditampilkan dengan grafis yang cukup menarik perhatian gamer, pada game ini juga disediakan beberapa kucing (yang menggunakan jenis serangan berbeda). Pada game ini anda juga bisa melakukan upgrade sebanyak mungkin. Banyak yang bilang bahwa Naughty Kitties merupakan game endless runner tapi dengan dengan menggunakan konsep yang lebih baru yang membuat pengguna betah untuk memainkan game ini. Ayo segera koleksi game Naughty Kitties untuk Android anda. Gratiss
4. Icon Pop Quiz
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StoreGame ini cukup easy untuk dimainkan,  karena cara bermainnya yang simple dan pasti membuat orang merasa tertarik juga penasaran. Pada game ini pemain diharus kan untuk nemebak merk dan juga nama dari icon yang muncul. Jika penasaran, segera koleksi gamenya, dijamin gak akan rugi, dan pastinya Gratiss
5. Real Racing 3
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StoreBuat anda yang hobby balapan, terutama balap mobil, game Real Racing 3 ini tepat untuk anda. Game real Racing 3 ini memiliki grafis bisa dibilang sangat keren, efek 3D nya tampak seperti nyata. Segera kunjungi Google Play dan koleksi game Real Racing ini, Gratiss
6. Cut The Rope: Time Travel
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StoreCut The Rope: Time Travel merupakan sebuah game puzzle yang cukup unik dan juga menarik untuk dimainkan, grafis yang dimilikinya juga terlihat ceria. Dalam game ini memiliki beberapa level yang harus anda selesaikan untuk mengukur kemampuan anda. Jangan lupa dikolesi ya, Gratiss di Google Play
7. Dead Trigger
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StoreYang gemar bermain PlayStation pasti tidak asing lagi dengan game Dead Trigger ini, Game ini dulunya berbayar, namun banyak yang telah berhasil membajaknya, dan kini duluncurkan versi gratisnya di Google Play. Dead Trigger merupakan game yang memiliki grafis terbaik yang dalam dunia game.
8. Heroes In Time
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StoreHeroes In Time adalah yang disuguhkan Google Play secara Gratiss untuk pengguna perangkat berbasis Android. Game ini sangat seru untuk dimainkan, dan cara bermainnya juga tidak terlalu ribet. Ayo segera koleksi Heroes In Time untuk Android kesayangan anda.
9. Happy Street
Happy Street Game Android Gratis PopulerGame Happy Street ini memiliki desain yang colorfull, yang merupakan game simulation. Jika anda melihat dari covernya saja, anda sudah pasti ingin segera memainkannya. Jika anda merasa tertarik dengan Happy Street dan ingin merasa penasaran. Langsung saja unduh via Google Play, Gratiss
10. Death Rally
Death Rally Game Android Gratis PopulerBertarung dengan musuh sambil bereda dalam mobil, pasti lebih seru rasanya. Pada game Death Rally ini anda bisa race sambil menyerang musuh, selain itu grafis yang dibawanya juga tidak membuat pengguna merasa bosan. Segera koleksi Death Rally, Gratiss
11. Blood and Glory: Legends
Blood Glory Legends Game Android Gratis PopulerBlood and Glory: Legends merupakan game terbaik karena memiliki grafis dengan desain yang cukup baik dan juga menarik. Game ini juga telah tersedia dalam versi gratis di Google Play, anda yang merasa tertarik, langsung saja mengunduhnya. Gratiss
12. Angry Bird
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StoreSiapa yang tidak kenal dengan game yang satu ini. Game ini masuk dalam kategori game terbaik dan terpopuler, karena memilik grafis serta animasi yang sangat berkualitas. Tidak hanya itu saja, Angry Bird juga memiliki banyak penggemar. Buat yang belum punya, segera koleksi game ini, Gratiss
13. Despicable Me
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StoreGame yang satu ini cukup menarik dan asyik untuk dimainkan, dengan karakter yang identik dengan warna kuning seperti pisang. Game ini memiliki banyak level yang harus anda selesaikan. Segera download di Google Play, gratiss
14. Subway Surfers
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StoreGame Subway Surfers ini hampir mirip dengan game Despicable Me. Disini anda sebagai pemain untuk menghindari kejaran anjing satpam dan jalan yang anda lalui adalah rel kereta, dan anda harus berlari ditengah rel kereta tersebut. Jika penasaran silahkan koleksi gamenya secara Gratiss di Google Play
15. Stack Rabbit
 Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play StoreGame yang cukup unik, yang telah berhasil dikeluarkan oleh Disney. Jika anda melihatnya secara sekilas, game ini akan tampak seperti puzzel yang mengharuskan anda untuk menyusunnya. Game ini tepat buat anda yang gemar dengan game yang banyan tantangan. Game Stack Rabbit ini sudah tersedia di Google Play, Gratiss.
16. Tiny Death Stars
Daftar Game Gratis Android Terbaik Paling Populer di Google Play Store Game Tiny Death Stars hampir mirip dengan game Tiny Tower namun Tiny Death menggunakan karakter Star Wars yang lebih menarik. Jika sebelumnya anda sudah pernah memainkan game Tiny Tower, maka anda tidak akan kebingungan lagi saat memainkan game Tiny Death Stars ini. Segera koleksi game terbaru ini, sudah tersedia di Google Play gratiss.

SUMBER : oketekno.com